Sang Maestro yang terlupakan
Sira d juddin D aen g Bantang Penjaga Suara Sinrilik dan Warisan Lisan Makassar Dari Desa Taeng, Gowa, suara sinrilik menembus zaman. Di balik gesekan keso’-keso’ dan lantunan paruntuk kana serta pappasang tu riolo, Sira d juddin D aen g Bantang mendedikasikan hidupnya untuk menjaga ingatan, nilai, dan kebudayaan masyarakat Makassar agar tetap hidup di tengah perubahan zaman. Nama Sira d juddin D aen g Bantang tidak asing bagi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya mereka yang menaruh perhatian pada seni dan kebudayaan Makassar. Namanya melekat erat dengan perkembangan sinrilik , salah satu bentuk sastra lisan tradisional Makassar yang memadukan kemampuan bertutur, sastra, musik, sejarah, dan pesan moral. Sinrilik bukan sekadar pertunjukan seni. Di dalamnya tersimpan ingatan kolektif masyarakat. Melalui cerita yang dituturkan oleh seorang pasinrilik , berbagai kisah masa lalu, nasihat, nilai kehidupan, serta pappasang tu riolo pesan-pesan orang terdahulu diteruskan dari ...