Postingan

Gambar
  PROFIL TOKOH BUDAYA Jamaluddin Sirasaputra Daeng Tika Pencinta , Penggiat Sejarah dan Budaya, serta Pelestari Warisan Leluhur Jamaluddin Sirasaputra Daeng Tika Pekerja seni pertunjukan dan penggiat pelestarian seni serta kebudayaan Sulawesi Selatan. Pendahuluan Kebudayaan merupakan bagian penting dari jati diri suatu masyarakat. Di dalamnya tersimpan sejarah, nilai, pengalaman, serta pandangan hidup yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Karena itu, menjaga kebudayaan tidak hanya berarti mempertahankan bentuk kesenian atau tradisi, tetapi juga merawat nilai dan makna yang terkandung di dalamnya. Di tengah perubahan zaman, keberadaan para pelaku seni dan penggiat kebudayaan menjadi sangat berarti. Mereka tidak hanya berperan sebagai pelaku pertunjukan, tetapi juga sebagai penghubung antara warisan masa lalu dengan kehidupan generasi masa kini. Di antara sosok yang menaruh perhatian terhadap hal tersebut adalah Jamaluddin Sirasaputra, yan...

KETIKA ADAT DIHAKIMI ATAS NAMA AGAMA

Gambar
Ketika Islam datang ke Gowa, apakah ia datang untuk menghancurkan kebudayaan yang telah hidup berabad-abad? Atau justru agama datang melalui pintu yang sudah dikenal oleh masyarakat? Sebab Gowa bukan tanah kosong. Sebelum agama-agama besar datang dan berkembang, masyarakat Makassar telah memiliki adat, bahasa, tata pemerintahan, sistem kekerabatan, kesenian, hukum adat, nilai kepemimpinan, serta pandangan tentang kehormatan dan kehidupan. Ada siri’, Ada pacce, Ada pangngadakkang, Ada penghormatan kepada orang tua, Ada penghormatan kepada tamu, Ada kewajiban menjaga kehormatan keluarga dan komunitas dan Ada prinsip bahwa manusia tidak hidup hanya untuk dirinya sendiri. Lalu Islam datang, Dan sejarah mencatat bahwa Islam kemudian menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Gowa-Makassar. Tetapi pertanyaannya Apakah masyarakat Gowa harus terlebih dahulu menjadi bukan Makassar untuk menjadi Muslim? Tentu tidak. Mereka tetap menjadi orang Makassar. Bahasanya tetap hidup. Adatnya tetap ...

SEKILAS TENTANG SANGGAR SIRADJUDDIN GOWA

Gambar
  Sanggar Siradjuddin didirikan sejak tanggal 16 November 1984 di Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan oleh seorang budayawan yang bernama H.M Siradjuddin Bantang yang sekaligus sebagai pimpinan dari sanggar tersebut. Pada awalnya Sanggar Siradjuddin bernama Pusat Latihan Sanggar Siradjuddin, kemudian pada tahun 1993 sanggar tersebut berubah nama menjadi Sanggar Siradjuddin. Dalam perjalanan sejarahnya, Keberadaan Sanggar Siradjuddin cukup dikenal dikalangan masyarakat daerah sekitarnya maupun provinsi lain pada umumnya, bahkan merambah sampai ke luar negeri Sruktur organisasi yang terbentuk menempatkan beberapa personil yang profesional di bidangnya. Begitu pula dengan jumlah keanggotaan yang ada di dalamnya menunjukkan antusias yang cukup tinggi terhadap program-program kegiatan yang dikemas oleh Sanggar Siradjuddin. Sejak didirikan Sanggar Siradjuddin telah mengelola berbagai macam event baik dalam maupun luar negeri. Antara lain : Bersama beberapa Seniman se Indonesia...

H. M. Siradjuddin Bantang Sang Maestro

Gambar
Lahir tanggal, 16 Nopember 1946 di desa Gantarang Taeng Gowa.  1965 tamat SMA Negeri Sungguminasa, selanjutnya autodidak.  1967 menjadi pegawai Kebudayaan Gowa.  1970 menjadi guru di Sekolah Menengah Karawitan Indonesia Makassar.  1975 tergabung dengan Kesenian Indonesia mengadakan pertunjukan Workshop di Perth, Adelaide, Cambera, Brisbane, Sydney, Melbourne, Australia.  1986 mengikuti Expo 86 [8 bulan] di Vancouver Britis Of Colombia di Canada.  1986 mengadakan Workshop di Toronto, Montreal dan Ottawa Canada.  1986 mengikuti American Dance Festival di Durham North Carolina Amerika Serikat.  1988 mengikuti Asian Festival dan seminar seni di Hongkong. 1993 mengikuti European Fesitival dan mengadakan workshop tari di Vienna Austria, Paris Perancis, Geneva Swiss, Basel Jerman, Berlin Jerman, Boon Jerman, Bochum Jerman.  1995 mengikuti Expo Singapura di Singapura.  1996 mengikuti pergelaran bersama Aborigin di Elcho Island Australia.  1...

20 Fakta Sejarah Kerajaan Gowa dalam dan Luar Negeri

1).Pemilik Benteng Pertahanan       terbanyak di Indonesia Untuk memperkuat Pertahanan militer dan  menjamin keamanan maka dibangunlah berbagai benteng. Dalam beberapa sumber sejarah menyebutkan kalau Raja Gowa yang ke-IX Karaeng Tumapakrisiq Kallonna yang mengawali pembangunan benteng dikerajaan Gowa.  14 benteng milik kerajaan Gowa Tallo yaitu; 1.Benteng Somba Opu 2.Benteng Tallo 3.Benteng Ujung Pandang 4.Benteng Garassi 5.Benteng Sanrobone 6.Benteng Mariso 7.Benteng Ujung Tanah 8.Benteng Bontomarannu 9.Benteng Panakkukang 10.Benteng Bayoa 11.Benteng Barombong 12.Benteng Kale Gowa 13.Benteng Ana Gowa 14.Benteng Galesong  14 buah benteng yang dibangun pada masa kejayaan kerajaan Gowa Tallo, saat ini berada pada 3 wilayah daerah Tingkat II di Sulawesi Selatan, yaitu Kotamadya Makassar, Kabupaten Gowa dan Kabupaten Takalar. Lebih spesial lagi, seluruh benteng milik kerajaan Gowa Tallo ini dibangun oleh orang-orang Makassar sendiri, tidak kebanyakan bent...

I MALLULUANG DAENG PALALLO

Gambar
  Raja Gowa ke 32 tahun 1826 - 1893 (66 tahun). Wafat 30 Januari 1893. I Kumala Krg Lembang Parang Sultan Abdul Kadir Muhammad Aidid Tumenanga Ri Kakuasanna menikahi Seno Krg Lakiung melahirkan Raja Gowa ke 33 (1893 - 1895) I Mallingkaang Dg Manyonri Krg Katangka Sultan Muhammad Idris Tumenanga Ri Kalabbiranna. I Mallingkaang Dg Manyonri memiliki beberapa isteri. Salah satu yang dinikahinya adalah I St.Habiba Dg Nisanga Karaengta Bonto Jai. I St.Habiba Dg Nisanga puteri I Magguliga Dg Matinring Karaenta Kaballokang Barombong bersama isterinya I Manginratu Dg Ke'nang Krg Galesong. Cucu Krg Sanro Bone (turunan ketiga). I Magguliga Dg Matinring Karaenta Kaballokang Barombong putera dari I Mattonrokang Dg Ngitung Karaeng Manjapahit (Tumilalang Toa). I Mattonrokang Dg Ngitung bersaudara dengan I Mallingkaang Dg Manyonri (Raja Gowa ke 33). Hasil perkawinan I Mallingkaang Dg Manyonri dengan I St.Habiba Dg Nisanga melahirkan putera " I MALLULUANG DG PALALLO". I Malluluang Dg Pala...

Tata Cara Perkawinan Adat Makassar

 Tata cara upacara adat Makassar dalam acara perkawinan sejatinya memiliki beberapa proses atau tahapan upacara adat, antara lain: 1.    A’jangang-jangang  Dalam tahapan ini keluarga calon mempelai laki-laki melakukan penyelidikan secara diam-diam untuk mengetahui latar belakang dan keadaan pihak calon mempelai wanita. 2.    Assuro  atau melamar. Tahap kedua adalah assuro yaitu acara pinangan atau lamaran. Dalam cara ini  secara resmi pihak calon mempelai pria menyatakan keinginannya kepada calon mempelai wanita. Di jaman dahulu, proses lamaran ini membutuhkan waktu berbulan-bulan dengan melalui  beberapa fase sebelum mencapai kesepakatan. Proses lamaran ini membutuhkan waktu berbulan-bulan dengan melalui  beberapa fase sebelum mencapai kesepakatan 3.    A’pa’nassa atau menentukan hari.  Selanjutnya setelah acara pinangan, dilakukan appa'nassa yaitu kedua belah pihak keluarga menentukan hari pernikahan. Dalam fase ini, jug...