Postingan

DI BALIK MAHKOTA SOMBAYYA

Gambar
    Menelusuri Struktur Pemerintahan Kerajaan Gowa  di Masa Lampau    Oleh: Daeng Tika     Sebuah kerajaan tidak menjadi besar hanya karena memiliki raja yang berkuasa. Ia menjadi kuat ketika memiliki tata pemerintahan, adat, hukum, dan masyarakat yang mampu menopang kekuasaannya. Nama Gowa tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang Sulawesi Selatan. Dalam perjalanan sejarah Nusantara, Gowa tumbuh menjadi salah satu kekuatan politik dan maritim penting di kawasan timur Indonesia. Perkembangannya mencapai momentum besar terutama sejak abad ke-16, ketika Gowa memperluas pengaruh politik dan ekonominya serta membangun hubungan perdagangan dengan berbagai wilayah. Namun, di balik nama-nama besar seperti Karaeng Tumapa'risi' Kallonna, Tunipallangga, Sultan Alauddin, Sultan Malikussaid, dan Sultan Hasanuddin , terdapat sebuah sistem pemerintahan yang menopang perjalanan kerajaan tersebut. Kerajaan tidak berjalan hanya atas kehendak seorang raj...

KAMPUNG TAENG

Gambar
  Kisah Kampung Taeng Jejak yang Masih Tinggal Orang-orang tua di Kampung Taeng biasa bercerita bahwa kampung ini sudah ada sejak masa yang sangat lama, sejak tanah Gowa masih diperintah oleh para raja. Mereka tidak selalu menceritakan sejarah dengan tahun dan angka. Sejarah Taeng lebih sering diwariskan lewat cerita. Dari mulut orang tua kepada anak-anaknya, dari keluarga kepada keturunannya, dari mereka yang pernah melihat kepada mereka yang ingin mengetahui. Begitulah Taeng dikenang , Nama Taeng, menurut cerita yang hidup di masyarakat, berasal dari sebuah pohon yang dahulu tumbuh di wilayah ini. Pohon itu disebut “ Poko' Taeng ” . Konon, pohon tersebut begitu dikenal sehingga nama itu kemudian melekat pada tempat di sekitarnya. Lambat laun, orang-orang menyebut wilayah ini sebagai Taeng. Mungkin pohonnya telah lama berubah atau tidak lagi ditemukan seperti dahulu. Waktu memang selalu membawa perubahan. Namun, namanya tetap tinggal. Taeng tetap menjadi Taeng, dan nama itu ...

PROFIL Jamaluddin Sirasaputra Daeng Tika Pencinta, Penggiat Sejarah dan Budaya, serta Warisan Leluhur

Gambar
  Jamaluddin Sirasaputra Daeng Tika Pekerja seni pertunjukan dan penggiat pelestarian seni serta kebudayaan Sulawesi Selatan. Pendahuluan Kebudayaan merupakan bagian penting dari jati diri suatu masyarakat. Di dalamnya tersimpan sejarah, nilai, pengalaman, serta pandangan hidup yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Karena itu, menjaga kebudayaan tidak hanya berarti mempertahankan bentuk kesenian atau tradisi, tetapi juga merawat nilai dan makna yang terkandung di dalamnya. Di tengah perubahan zaman, keberadaan para pelaku seni dan penggiat kebudayaan menjadi sangat berarti. Mereka tidak hanya berperan sebagai pelaku pertunjukan, tetapi juga sebagai penghubung antara warisan masa lalu dengan kehidupan generasi masa kini. Di antara sosok yang menaruh perhatian terhadap hal tersebut adalah Jamaluddin Sirasaputra, yang lebih dikenal dengan nama Daeng Tika. Lahir di Sungguminasa, Gowa, pada 23 Desember 1979, Daeng Tika tumbuh dalam lingkungan keluarg...