Postingan

KAMPUNG TAENG

  Kisah Kampung Taeng: Jejak yang Masih Tinggal   Orang-orang tua di Kampung Taeng biasa bercerita bahwa kampung ini sudah ada sejak masa yang sangat lama, sejak tanah Gowa masih diperintah oleh para raja. Mereka tidak selalu menceritakan sejarah dengan tahun dan angka. Sejarah Taeng lebih sering diwariskan lewat cerita. Dari mulut orang tua kepada anak-anaknya, dari keluarga kepada keturunannya, dari mereka yang pernah melihat kepada mereka yang ingin mengetahui. Begitulah Taeng dikenang , Nama Taeng, menurut cerita yang hidup di masyarakat, berasal dari sebuah pohon yang dahulu tumbuh di wilayah ini. Pohon itu disebut “ Poko' Taeng ” . Konon, pohon tersebut begitu dikenal sehingga nama itu kemudian melekat pada tempat di sekitarnya. Lambat laun, orang-orang menyebut wilayah ini sebagai Taeng. Mungkin pohonnya telah lama berubah atau tidak lagi ditemukan seperti dahulu. Waktu memang selalu membawa perubahan. Namun, namanya tetap tinggal. Taeng tetap menjadi Taeng, dan...

PROFIL TOKOH BUDAYA Jamaluddin Sirasaputra Daeng Tika Pencinta, Penggiat Sejarah dan Budaya, serta Pelestari Warisan Leluhur

Gambar
  Jamaluddin Sirasaputra Daeng Tika Pekerja seni pertunjukan dan penggiat pelestarian seni serta kebudayaan Sulawesi Selatan. Pendahuluan Kebudayaan merupakan bagian penting dari jati diri suatu masyarakat. Di dalamnya tersimpan sejarah, nilai, pengalaman, serta pandangan hidup yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Karena itu, menjaga kebudayaan tidak hanya berarti mempertahankan bentuk kesenian atau tradisi, tetapi juga merawat nilai dan makna yang terkandung di dalamnya. Di tengah perubahan zaman, keberadaan para pelaku seni dan penggiat kebudayaan menjadi sangat berarti. Mereka tidak hanya berperan sebagai pelaku pertunjukan, tetapi juga sebagai penghubung antara warisan masa lalu dengan kehidupan generasi masa kini. Di antara sosok yang menaruh perhatian terhadap hal tersebut adalah Jamaluddin Sirasaputra, yang lebih dikenal dengan nama Daeng Tika. Lahir di Sungguminasa, Gowa, pada 23 Desember 1979, Daeng Tika tumbuh dalam lingkungan keluarg...

KETIKA ADAT DIHAKIMI ATAS NAMA AGAMA

Gambar
Ketika Islam datang ke Gowa, apakah ia datang untuk menghancurkan kebudayaan yang telah hidup berabad-abad? Atau justru agama datang melalui pintu yang sudah dikenal oleh masyarakat? Sebab Gowa bukan tanah kosong. Sebelum agama-agama besar datang dan berkembang, masyarakat Makassar telah memiliki adat, bahasa, tata pemerintahan, sistem kekerabatan, kesenian, hukum adat, nilai kepemimpinan, serta pandangan tentang kehormatan dan kehidupan. Ada siri’, Ada pacce, Ada pangngadakkang, Ada penghormatan kepada orang tua, Ada penghormatan kepada tamu, Ada kewajiban menjaga kehormatan keluarga dan komunitas dan Ada prinsip bahwa manusia tidak hidup hanya untuk dirinya sendiri. Lalu Islam datang, Dan sejarah mencatat bahwa Islam kemudian menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Gowa-Makassar. Tetapi pertanyaannya Apakah masyarakat Gowa harus terlebih dahulu menjadi bukan Makassar untuk menjadi Muslim? Tentu tidak. Mereka tetap menjadi orang Makassar. Bahasanya tetap hidup. Adatnya tetap ...

SEKILAS TENTANG SANGGAR SIRADJUDDIN GOWA

Gambar
  Sanggar Siradjuddin didirikan sejak tanggal 16 November 1984 di Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan oleh seorang budayawan yang bernama H.M Siradjuddin Bantang yang sekaligus sebagai pimpinan dari sanggar tersebut. Pada awalnya Sanggar Siradjuddin bernama Pusat Latihan Sanggar Siradjuddin, kemudian pada tahun 1993 sanggar tersebut berubah nama menjadi Sanggar Siradjuddin. Dalam perjalanan sejarahnya, Keberadaan Sanggar Siradjuddin cukup dikenal dikalangan masyarakat daerah sekitarnya maupun provinsi lain pada umumnya, bahkan merambah sampai ke luar negeri Sruktur organisasi yang terbentuk menempatkan beberapa personil yang profesional di bidangnya. Begitu pula dengan jumlah keanggotaan yang ada di dalamnya menunjukkan antusias yang cukup tinggi terhadap program-program kegiatan yang dikemas oleh Sanggar Siradjuddin. Sejak didirikan Sanggar Siradjuddin telah mengelola berbagai macam event baik dalam maupun luar negeri. Antara lain : Bersama beberapa Seniman se Indonesia...

H. M. Siradjuddin Bantang Sang Maestro

Gambar
Lahir tanggal, 16 Nopember 1946 di desa Gantarang Taeng Gowa.  1965 tamat SMA Negeri Sungguminasa, selanjutnya autodidak.  1967 menjadi pegawai Kebudayaan Gowa.  1970 menjadi guru di Sekolah Menengah Karawitan Indonesia Makassar.  1975 tergabung dengan Kesenian Indonesia mengadakan pertunjukan Workshop di Perth, Adelaide, Cambera, Brisbane, Sydney, Melbourne, Australia.  1986 mengikuti Expo 86 [8 bulan] di Vancouver Britis Of Colombia di Canada.  1986 mengadakan Workshop di Toronto, Montreal dan Ottawa Canada.  1986 mengikuti American Dance Festival di Durham North Carolina Amerika Serikat.  1988 mengikuti Asian Festival dan seminar seni di Hongkong. 1993 mengikuti European Fesitival dan mengadakan workshop tari di Vienna Austria, Paris Perancis, Geneva Swiss, Basel Jerman, Berlin Jerman, Boon Jerman, Bochum Jerman.  1995 mengikuti Expo Singapura di Singapura.  1996 mengikuti pergelaran bersama Aborigin di Elcho Island Australia.  1...

20 Fakta Sejarah Kerajaan Gowa dalam dan Luar Negeri

1).Pemilik Benteng Pertahanan       terbanyak di Indonesia Untuk memperkuat Pertahanan militer dan  menjamin keamanan maka dibangunlah berbagai benteng. Dalam beberapa sumber sejarah menyebutkan kalau Raja Gowa yang ke-IX Karaeng Tumapakrisiq Kallonna yang mengawali pembangunan benteng dikerajaan Gowa.  14 benteng milik kerajaan Gowa Tallo yaitu; 1.Benteng Somba Opu 2.Benteng Tallo 3.Benteng Ujung Pandang 4.Benteng Garassi 5.Benteng Sanrobone 6.Benteng Mariso 7.Benteng Ujung Tanah 8.Benteng Bontomarannu 9.Benteng Panakkukang 10.Benteng Bayoa 11.Benteng Barombong 12.Benteng Kale Gowa 13.Benteng Ana Gowa 14.Benteng Galesong  14 buah benteng yang dibangun pada masa kejayaan kerajaan Gowa Tallo, saat ini berada pada 3 wilayah daerah Tingkat II di Sulawesi Selatan, yaitu Kotamadya Makassar, Kabupaten Gowa dan Kabupaten Takalar. Lebih spesial lagi, seluruh benteng milik kerajaan Gowa Tallo ini dibangun oleh orang-orang Makassar sendiri, tidak kebanyakan bent...