Postingan

SUKU MAKASSAR

1.    Rumah Adat  Makassar   Rumah atau balla berbentuk segi empat dengan lima tiang penyangga ke arah belakang dan 5 tiang penyangga ke arah samping. Untuk rumah milik bangsawan yang biasanya lebih besar, jumlah tiang penyangganya berjumlah lima ke samping dan enam atau lebih ke arah belakang. Atap rumah adat Makassar berbentuk pelana, bersudut lancip dan menghadap ke bawah. Biasanya bahannya terdiri dari nipah, rumbia, bambu, alang-alang. ijuk atau sirap. Jaman sekarang bahan penutup atapnya sudah lebih modern tentu saja. Bagian depan dan belakang puncak atap rumah yang berbatasan dengan dinding dan berbentuk segitiga disebut timbaksela. Dari timbaksela ini bisa dikenali derajat kebangsawanan pemiliknya.   2.    Pakaian Adat Makassar Pakaian Adat Makassar adalah Implementasi dari perpaduan dari nilai SIRI sileo pangngali (Harga diri dan Kehormatan) yang melahirkan nilai Sipakatau (Saling Menghargai) dalam realitas empiris masyarakat etnis Makassar. b...

Paruntu' kana

  1. Tena nalari tamparanga      ᨈᨙᨊ ᨊᨒᨑᨗ ᨈᨄᨑᨂ Terjemah   : “laut tidak akan lari” Makna         : tidak perlu tergesa-gesa dalam mengerjakan sesuatu, harus tenang namun mantap. 2. Teako nararangi allo mange jama-jamannu     ᨈᨙᨕᨀᨚ ᨊᨑᨑᨂᨗ ᨕᨒᨚ ᨆᨂᨙ ᨍᨆ ᨍᨆᨊᨘ Terjemah   : “janganlah kesiangan ke tempat kerja" Makna         : Orang yang bangun kesiangan akan tidak mendapatkan rezeki 3. Kamai jeknek ri lekok paccok     ᨀᨆᨕᨗ ᨍᨙᨊᨙ ᨑᨗ ᨒᨙᨀᨚ ᨄᨌᨚ Terjemah   : “bagaikan air di daun talas” Makna         : kedudukannya goyah. 4. Kualleangi tallanga na toalia     ᨀᨘᨕᨒᨙᨕᨂᨗ ᨈᨒᨂ ᨊ ᨈᨚᨕᨒᨗᨕ Terjemah   : “lebih baik tenggelam daripada surut kembali” Makna         : pantang mundur dari perjuangan sebelum mencapai cita-cita. 5. Kamai caccak naipika pallanga lompo     ᨀᨆᨕᨗ ᨌᨌ ᨊᨕᨗᨄᨗᨀ ᨄᨒᨂ ᨒᨚᨄᨚ Terjemah   : “bag...

Kerjaan Gowa

   SEJARAH SULAWESI : Ternyata Kerajaan Ini Jauh Lebih Besar Daripada Kerajaan Majapahit Dan Sriwijaya Sejak kita duduk dibangku Sekolah dasar dan mulai mengenal pelajaran sejarah, perlahan-lahan kita mulai mengerti bahwa Bangsa Indonesia dulunya terdiri dari berbagai Kerajaan dan diantara Kerajaan yang pernah ada di Nusantara ada 2 Kerajaan yang paling Beken yaitu, Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit. menurut buku sejarah yang selalu kita baca, hanya 2 kerajaan ini yang paling besar di antara kerajaan-kerajaan yang pernah ada di wilayah indonesia. hingga pada suatu ketika, tepatnya ketika kita duduk dibangku SMA, kita lagi-lagi menemukan teori ini, Yaitu 2 Kerajaan terbesar yang pernah ada di Nusantara (Sriwijaya dan Majapahit), pada saat itu kita mungkin menayakan kepada Guru sejarah mengenai kebenaran sejarah ini, Mengapa hanya Sriwijaya dan Majapahit yang ditulis dalam buku-buku sejarah sebagai Kerajaan Besar, bagaimana dengan Kerajaan lain yang ada di Nusantara, Ker...
Gambar
Urutan Nama Raja-Raja Gowa 1. Tumanurunga (+ 1300) 2. Tumassalangga Baraya 3. Puang Loe Lembang 4. I Tuniatabanri 5. Karampang ri Gowa 6. Tunatangka Lopi (+ 1400) 7. Batara Gowa Tuminanga ri Paralakkenna 8. Pakere Tau Tunijallo ri Passukki 9. Daeng Matanre Karaeng Tumapa'risi' Kallonna (awal abad ke-16) 10. I Manriwagau Daeng Bonto Karaeng Lakiyung Tunipallangga Ulaweng (1546-1565) 11. I Tajibarani Daeng Marompa Karaeng Data Tunibatte 12. I Manggorai Daeng Mameta Karaeng Bontolangkasa Tunijallo (1565-1590). 13. I Tepukaraeng Daeng Parabbung Tuni Pasulu (1593).  14. I Mangari Daeng Manrabbia Sultan Alauddin Tuminanga ri Gaukanna Berkuasa mulai tahun 1593 - wafat tanggal 15 Juni 1639. Merupakan penguasa Gowa pertama yang memeluk agama Islam. 15. I Mannuntungi Daeng Mattola Karaeng Lakiyung Sultan Malikussaid Tuminanga ri Papang Batuna Lahir 11 Desember 1605, berkuasa mulai tahun 1639 hingga wafatnya 6 November 1653 16. I Mallombassi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mang...
Gambar
ARU / ANGNGARU Aru (sumpah) atau angngaru (bersumpah) adalah ikrar yang diucapkan orang-orang Gowa dulu. Biasanya diucapkan oleh abdi raja kepada rajanya. Aru dipercayai mengandung nilai magis dan religius. Makanya,  Aru harus diungkapkan dengan sungguh - sungguh dan harus dilaksanakan pula dengan sungguh - sungguh. Angngaru dalam persepsi budayawan Sulsel HM Sirajuddin Bantang, merupakan suatu susunan sastra dalam bahasa Makassar, yang diisi dengan kalimat - kalimat sumpah setia yang penuh keberanian, diucapkan oleh salah saorang tubarani di hadapan Raja. Pada saat tampil di hadapan sombayya (raja), tubarani yang akan angngaru mengambil posisi berlutut dengan posisi badan tegap, tangan kanan memegang badik yang terhunus tetapi tidak mengarah keatas dengan penuh kemantapan dan keyakinan hati, sebagai tanda atas kesetiaan kepada sombayya. Pada masa peperangan, para prajurit yang akan berangkat ke medan perang, terlebih dahulu mengucapkan aru (sumpah setia) di depan sombayya. Dia...

Sang Maestro yang terlupakan

Gambar
Nama Sirajuddin Dg Bantang adalah nama yang tidak asing lagi bagi publik Sulawesi Selatan pada khususnya serta masyarakat dunia pada umumnya. Lewat gesekan sinrilik ( keso’-keso ‘) dan  paruntuk kana  dan  pappasang tu riolo  ia bertutur menyampaikan pesan-pesan adiluhung kepada penikmatnya. “Tak heran bila penyirinli selalu bolak balik ke istana untuk menyampaikan pesan dari raja. Supaya pesan itu lebih memikat perhatian rakyat, maka disampaikan dengan gaya bertutur yang indah tetapi penuh isi dan makna ,” kata Sirajuddin dalam sebuah kesempatan seperti yang ditulis  Fajar News . Seniman yang lahir pada tanggal 14 November 1946 ini, adalah nama yang tak bisa dipisahkan dari perkembangan seni budaya Makassar. Pada tahun 1970-an, bersama Andi Idjo dan Andi Tjoneng, beliau mendirikan Sanggar Seni Batara Gowa. Sanggar inilah yang banyak berjasa memperkenalkan seni budaya Makassar hingga kebelahan bumi lain. Tak berhenti sampai disitu, pada tahun 1...